Connect with us

Daerah

Talud Penahan Ombak di Artafella Seram Bagian Timur Ambruk

Rumah warga di pesisir Pantai Artafella Seram Bagian Timur terancam roboh

BULA, SPEKTRUM – Kerusakan talud penahan ombak di pantai Desa Administratif Artafella, Kecamatan Kiandarat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), akhirnya ambruk dihantam gelombang besar.

Setelah talud ambruk, rumah Karim Rumuar warga yang tinggal di kawasan pantai tersebut terancam longsor akibat hantaman gelombang air laut.
Rumuar berharap ada perhatian pemerintah daerah melalui dinas terkait agar talud yang ambruk bisa segera ditangani.

“Lokasinya di Desa Administratif Artafella, taludnya sudah hancur total sejak tiga tahun lalu lokasinya berada di bibir pantai Desa Administratif Artafella,” jelas Karim Rumuar kepada Spektrum, Selasa (8/6).

Rumuar menambahkan akibat, rusaknya talud penahan ombak, berdampak pada terkikisnya tanah di pinggiran pantai yang terdapat pemukiman warga.
“Ada fasilitas warga yang rusak, antara lain, WC milik warga akibat hempasan gelombangnya tinggi,” jelas Rumuar.

Rumuar menambahkan, bibir pantai Desa Artafella semuanya terpasang talud, namun ratusan meter talud itu rusak akibat hantaman gelombag air laut.
“Yang rusak sekitar 150 – 200 meter,” kata Rumuar.

Sementara itu, caretaker Desa Administratif Artafella, Hayatudin Sukunwatan saat di konfirmasi membenarkan terjadinya kerusakan talaud penahan pantai di desa itu.
Baharudin berharap, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur segera memperbaikinya.

Sukunwatan menjelaskan, saat ini masyarakat Desa Administratif Artafella yang tinggal di pesisir pantai, mulai dihantui ketakutan lantaran hempasan air laut masuk hingga ke pemukiman warga.

“Jujur sejak rusaknya talud membuat ketakutan warga yang tinggal di dekat pantai,” tutur Sukunwatan.

Sayangnya, tambah Sukunwatan hingga kini belum ada tindakan apapun dari Pemda SBT.
“Saya berharap, pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah untuk segera memperbaiki talud yang rusak agar kami bisa merasa tenang,” harap Sukunwatan. (S13).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah