Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Peran Strategis Muhammadiyah Meluruskan Kiblat Bangsa

Peran Strategis Muhammadiyah Meluruskan Kiblat Bangsa

-Dari Webinar Halal Bi Halal Fokal IMM Maluku

AMBON, SPEKTRUM – Halal Bi Halal Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Provinsi Maluku, Kamis (11/06/2020), dilaksanakan melalui Webinar. Temanya “Kiprah Alumni IMM Maluku di Tengah Pandemi dan Pasca Covid-19”.

Webinar Halal Bi Halal Fokal IMM Maluku ini diikuti alumni IMM dan Kader IMM se-Maluku, dipandu oleh Abdullah Keliobas, selaku moderator, Pengurus DPP IMM Periode 2016-2018.

Pemateri masing-masing Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua PWM Maluku Drs. A.H. Latua, Ketum Kornas Fokal IMM Armyn Gultom, Ketua Fokal IMM Maluku Abdullah Marasabessy, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Abdullah Elly (Mantan Ketua DPD IMM Maluku).

Kesempatan ini, Prof. Dr. Din Syamsuddin menyatakan, kondisi bangsa dan negara kekiniaan perlu menafsir secara otentik politik ekonomi. Karena saat ini terjadi deviasi, distorsi, dan penyimpangan.

Sila ke-empat pancasila masih jauh panggang dari api. Bangsa ini perlu langkah-langkah perubahan, politik moral dengan jihad (perjuangan) konstitusi. Peran strategis kebangsaan Muhammadiyah adalah meluruskan kiblat bangsa.

Sekarang tugas IMM adalah menjaga Pancasila sebagai konsensus bersama para pendiri bangsa yakni Darul Ahdi Wasyahadah.

“Meluruskan kebijakan yang jelas menyimpang. Tidak ada sama sekali pemikiran tentang pemakzulan. Jadilah kader IMM sejati. Kader Muhammadiyah harus punya komitmen Kemuhammadiyahan,” tegas Prof. Din Syamsuddin.

Ketua Umum Kornas Fokal IMM Armyn Gultom menekankan, di tengah pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan tatanan sosial, Muhammadiyah harus bangkit.

“Muhammadiyah tidak boleh mengabaikan politik, kalau perlu menjadi eksekutor,” tukas Armyn Gultom.

Ketua PWM Maluku Drs. A.H. Latua mengemukakan, potensi umat Islam Indonesia begitu besar. Tantangan dakwah terbesar itu di Maluku.

“Kader IMM harus dibekali Sumber Daya Manusia dan Ilmu agama. kita perlu kaderisasi dan gerakan ukhuwah Islamiah. Visitasi Pusat Kampus Muhammadiyah Maluku, harus ada kader inti Muhammadiyah,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Fokal IMM Maluku Abdullah Marasabesay menyatakan, Covid-19 memang berdampak terhadap tatanan sosial dan ekonomi.

“Maka alumni IMM harus memainkan perannya dan bangkit dari pandemi Covid-19. Kita tidak bisa membiarkan pemerintah daerah berjalan sendiri, tapi butuh sinergitas antara pemerintah daerah dan civil society mengatasi dalam pandemi Covid-19 ini,” tutur Abdullah.

Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Abdullah Elly mengatakan, Alumni IMM telah memainkan kiprahnya di Maluku. Sangat penting dilakukan saat ini adalah pendidikan bela negara.

“Tugas kita bersama adalah memberdayakan masyarakat yakni pemberdayaan pendidikan terlebih khusus di pulau terluar, terdepan dan tertinggal.Alumni IMM harus terdistribusi di semua sektor termasuk memainkan perannya dalam pengelolaan Blok Masella,” timpalnya.

Yasmin Kamsurya, Mantan Ketua DPD IMM Maluku dalam kesempatan yang sama mengatakan, untuk mewujudkan berbagai harapan yang ada diperlukan sinergisitas antara Fokal IMM di tingkat pusat dan Fokal IMM di daerah.

Abdullah Keliobas mengatakan, sudah saatnya Muhammadiyah menjadi campion atau pemenang dalam menapaki zaman. (S-14)

Pin It on Pinterest