Connect with us

Berita Utama

Hadapi Corona Gubernur Himbau Masyarakat Teladani Semangat Pattimura

AMBON, SPEKTRUM – Gubernur Maluku, Murad Ismail mengingatkan masyarakat Maluku untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dalam upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 di Maluku.
Peringatan ini disampaikan melalui pidato pada peringatan Hari Pattimura ke 203 tahun 2020 yang dilakukan secara live streaming, Jumat (15/05/2020).
“Setiap memperingati Hari Pattimura kita teringat semangat perjuangan Kapitan Pattimura yakni Lawamena Haulala dalam membela harga diri dan kemanusiaan rakyat Maluku. Semangat itulah yang harus kita hidupkan, dalam jiwa sanubari generasi muda Maluku terlebih disaat kita sedang menghadapi ancaman Covid-19. Suka atau tidak suka kenyataan menunjukan bahwa Covid-19 telah menjajah umat manusia di 113 negara di seluruh dunia. Virus ini telah menulari sekitar 4 juta jiwa dan menyebabkan kematian lebih dari 280 ribu orang serta merusak perekonomian global dan menimbulkan efek domino terjadinya kemunduran tingkat kesejahteraan masyarakat internasional,” kata Murad.

Karena itu tambahnya, menghadapi ancaman serius Covid-19, pada peringatan Hari Pattimura ke 203 tahun 2020 dengan tema, ‘Melalui Peringatan Hari Pattimura, mari sama-sama katong potong pele penyebaran covid-19 di Bumi raja-raja’.

Untuk itu, selaku Gubernur Maluku, Murad menyampaikan bebetapa hal penting yakni, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah bersamaan dengan kondisi daerah yang mengharuskan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial atau Social Distancing lebih ketat.
“Oleh sebab itu kepada umat Muslim Maluku, saya berharap kita semua dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Patuhilah anjuran Majelis Ulama Indonesia, dalam menjalankan ibadah puasa sepanjang bulan Ramadhan maupun perayaan Idul Fitri. Mari menahan diri untuk tidak berjumpa orang tua dan sanak keluarga lainnya dengan tidak mudik ataupun melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak,” himbaunya.

Senjata untuk menghadapi musuh tambah Murad, yakni Covid -19 hanya dengan tetap tinggal di rumah sehingga tidak terjadi kontak fisik dengan orang lain.
“Jika dalam keadaan mendesak harus keluar rumah maka harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yaitu, jaga jarak, tetap pake masker, rajin cuci tangan, makan makanan bergizi serta berolah raga,” katanya.

Murad mengaku dirinya tidak bosan-bosan menyampaikan seruan kepada masyarakat Maluku untuk patuh dan taat serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Ingatlah keselamatan diri anda dan keluarga yang anda cintai tergantung dari kepatuhan, ketaatan dan kedisiplinan anda sendiri,” katanya mengingatkan.
Saat ini semua orang harus melaksanakan belajar di rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah demi keselamatan bersama.

Kepada bupati dan walikota, Murad meminta terus perkuat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi hingga tingkat RW dan RW serta tingkatkan pengawasan terhadap mobilitas penduduk antar wilayah dan kerahkan segenap, sumber daya untuk potong pele covid-19.
“Semangat kita adalah melindungi segenap rakyat agar tetap sehat dan berupaya mengobati mereka yang sakit,” katanya.

Murad juga mengingatkan, saat ini kepedulian seluruh pihak diuji, ungkapan orang tua zaman dulu yaitu potong di kuku rasa di daging hendaknya tidak menjadi slogan semata.
“Mari yang kuat bantu yang lemah, yang lebih membantu yang kurang. Masih banyak daudara-saudara kita yang ekonominya terpuruk, bantuan kita akan sangat membantu mereka,” ajaknya.

Selain itu, Murad memperingatkan jika pemberlakuan pembatasan sosial lebih diperketat harus dilaksanakan maka jajaran TNI/Polri, diminta bertindak tegas menjaga stabilitas keamanan, dan ketertiban umum.
Karena, dampak pandemi Covid-19 sudah merambah Maluku, wabah yang terjadi bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan. “Untuk itu, hendaklah menjadi pelajaran berharga untuk kita tingkatkan amal ibadah serta menimbulkan rasa kepedulian sesama dalam bingkai solidaritas kemanusiaan. Sama seperti Kapitan Pattimura yang dulu gigih berjuang melawan penjajah maka kini saatnya kita, Pattimura-Pattimura muda mengobarkan semangat Lawamena Haulala untuk melawan Covid-19 demi kemaslahatan hidup orang banyak,” katanya mengakhiri pidato Hari Pattimura ke 203. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama