Connect with us

SOROT

Corona Jadi Tumbal Proyek  Bandara Pattimura

Renovasi perluasan Bandara Pattimura International Airport yang saat ini dikerjakan oleh PT Yodya Karya dan PT Amarta Karya. /spektrum

AMBON, SPEKTRUM – Proyek perluasan Bandara Pattimura Laha-Ambon yang dilakukan sejak 8 Oktober 2018 hingga kini tak kunjung selesai. Terlambatnya pasokan material dari luar Maluku menjadi salah satu penyebab keterlambatan tersebut. 

Shared Services dan CSR Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Pattimura Ambon, Adityia Wibisono Suwardie melalui sambungan ponselnya, kemarin beralasan, proyek perluasan Bandara Laha diperpanjang hingga bulan Juli. 

“Mestinya Desember 2019 selesai namun karena keterlambatan pasokan bahan baku dari luar Maluku serta faktor cuaca menjadi kendala sehingga pekerjaan ini tidak selesai,” katanya.

Ssetelah keterlambatan tersebut, pihaknya berencana pada bulan Maret 2020 harus selesai. “Tapi todak bisa juga karena suplier pasokan pun terhambat semua apalagi saat ini ada wabah corona yang mengakibatkan semuanya terbatas maka tertunda lagi,” tandasnya. 

Akibat keterlambatan proyek pekerjaan tersebut maka seharusnya ada sanksi yang dikenakan bagi kontraktor yang mengerjakan proyek ini. 

Menyikapinya, Adit menegaskan dalam kontrak ada klausul-klausul yang menjelaskan pekerjaan tersebut bisa diperpanjang.

“Salah satunya bahan baku yang terhambat ini diluar kontrol kita apalagi saat ini ada wabah korona juga. Ini terjadi lantaran kondisi, dan bukan kesengajaan,” tegasnya. 

Sayangnya, seperti GM Angkasa Pura, Amirudin Florensius, Adit juga keberatan untuk menyebutkan nilai proyek perpanjangan bandara tersebut. 

“Ini rahasia dan merupakan salah satu informasi yang tidak bisa kami sampaikan. Hal sensitif karena dalam draft tersebut ada perhitungan-perhitungan yang takutnya bisa disalah artikan oleh orang yang tidak paham, dan nantinya akan menjadi perbincangan di luar,” katanya..

Diketahui, sejak 8 Oktober 2018 renovasi perluasan Bandara Pattimura, dikerjakan dua kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Yodya Karya (Persero), dan PT Amarta Karya (Persero). Namun hingga saat ini tak kunjung tuntas.

Pekerjaan perluasan bandara Pattimura yang diyakini menelan dana Rp. 70 Miliar masih berjalan lamban. Sejumlah persoalan muncul mulai dari ketersediaan bahan baku yang lamban hingga masalah upah tenaga kerja.

Dua kontraktor BUMN yang mengerjakan renovasi Bandara Pattimura, masing-masing PT Yodya Karya dan PT Amarta Karya, dianggap tidak becus menangani mega proyek ini.

Dari pantauan Spektrum di Bandara Pattimura, proses pekerjaan hingga kini masih dilakukan, bahkan belum ada tanda-tanda pekerjaan itu akan rampung dalam waktu dekat. Bahkan santer disebut, kedua perusahan itu telah dipinalti oleh pihak Angkasa Pura karena molornya pekerjaan. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in SOROT