Connect with us

Berita Utama

1 Pasien Positif Covid-19 Asal SBB, Kontak Dengan 135 Orang

Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 SBB, dr. Anis Tapang dalam konferensi pers, Senin (13/4).

PIRU, SPEKTRUM – Sebanyak 135 orang di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, kini masuk pencarian rekam jejak atau tracking. Pasalnya, 1 pasien dari SBB dirujuk ke Ambon dinyatakan positif melalui uji alat Rapid Test oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku.

“Berpatokan laporan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku menyatakan 1 pasien SBB positif itu, maka Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 di SBB telah bergerak cepat untuk mengambil langkah pencegahan dengan pencarian rekam jejak atau tracking diperkirakan 135 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan SBB, dr. Anis Tapang dalam konferensi pers, Senin (13/04/2020) di Kantor Bupati SBB.

Dia mengungkapkan, Pemda melalui Tim Gugus Tugas SBB saat ini melakukan tracking dengan melacak jejak pasien yang berhubungan dengan orang lain selama berada di SBB. Seperti tetangga pasien, teman akrab, ojek, supir pangkalan dan warga lainnya yang kontak langusung dengan pasien.

Menurutnya, orang yang pernah dihubungi pasien, bahkan mengantarnya itu, Tim Gugus SBB sudah mendata semunya. Ada sekitar 135 orang yang pernah kontak langsung dengan pasien.

“Tim Kesehatan SBB akan menganalisa rekam jejak pasien postif Covid-19 tersebut. Dibutuhkan dan dilakukan Rapid Diagnosis Test (RDT) untuk meyakinkan orang-orang yang pernah dekat dengan pasien bisa terjangkit atau tidak, bisa positif atau negatif. Bahkan kami juga sudah mengantongi supir mobil panggkalan yang pasien gunakan saat tiba di SBB,” akuinya.

Dilakukan tracking oleh Gugus Tugas SBB ini, akan mengkaji lagi dan saat ini masih dalam pengkajian dan sudah ada penanganan pencegahan. Salah satunya dengan melakukan tracking, dan penyemprotan disinfektan di lokasi rumah pasien dan di seluruh kawasan Desa Piru dan sekitarnya.

Dari 135 orang yang berhubungan dengan pasien tersebut, telah dilakukan pengecekan langsung. Apabila mereka masuk dalam kriteria, maka akan diperiksa. Sedangkan untuk keluarga pasien sendiri, mereka tidak dikarantina. Sebab keluarganya tidak ada di SBB. Yang ada hanya orang tua pasien berada di Kota Ambon saat ikut mengantarkan pasien.

Riwayat pasien merupakan mahsiswa S2 di Jakarta dan dirinya datang ke SBB, karena pandemi Covid-19. Dari Jakarta dan tiba di Kota Ambon pada tanggal 18 Maret 2020 dan tinggal di Kudamati selama 3 hari. Pada 21 Maret pasien ke SBB dengan menggunakan mobil pangkalan.

“Kalau menetap di SBB, pasien juga masuk dalam daftar ODP. Setelah itu pasien merasa sakit, dan langsung dibawa ke RSUD Piru untuk diperiksa. Saat diperiksa ternyata suhu badannya tinggi dan batuk. Dirujuklah ke Ambon untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” tutur Tapang.

“Untuk lakukan pencegahan, sehingga tersebar ke masyarakat. Pemerintah Daerah dibantu TNI/Polri serta dan sejumlah tim lainnya, selama satu minggu melakukan pencegahan dengan rutin menyemprot disinfektan di wilayah Kota Piru dan sekitarnya,” ucapnya.(MG6)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama