Connect with us

Berita Utama

Satu Pasien Positif Covid-19 di RST Latumeten

AMBON, SPEKTRUM – Satu Pasien dinyatakan positif Covid -19 di RST Latumeten Ambon. Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 74 tahun diketahui tiba dari Makassar, Sulawesi Selatqn, pada 14 Maret 2020.

Yang bersangkutan merupakan warga Kota Ambon dan hanya melakukan perjalanan ke Makassar. Setelah tiba di Ambon, pasien tersebut mengeluh lemas-lemas dan tidak menunjukan gejala umum covid-19.

Karena yang bersangkutan tetap merasa lemas serta tidak ada perubahan, maka pada 30 Maret, salah satu dokter praktek menyarankan agar dilakukan test menggunakan rapid test.

“Hasilnya reaktif, aktif,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (04/04/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. M. Pontoh menegaskan jika tingkat keakuratan Rapid Test tersebut hanya 80 persen.

“Bisa positif palsu atau negatif palsu, kalau pemeriksaan spesimen di Labkes keakuratannya mencapai lebih dari 92 persen,” tegasnya.

Sementara itu, sumber Spektrum di RST dr. Latumeten menjelaskan, pasien tersebut tinggal di kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provunsi Maluku.

Bahkan, sumber ini juga menjelaskan jika pasien ini awalnya mendatangi salah satu dokter pratek di kawasan Karang Panjang Kota Ambon.

“Saran dari dokter praktek agar pasien tersebut diperiksa detil di RSUD Haulussy namun pihak keluarga menolak dan memutuskan mendatangi RST dr. Latumeten,” terang sumber ini.

Sumber yang tak mau namanya dikorankan ini meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 agar merilis tracking pasien mulai dari Makassar hingga ke Ambon.

Pasien tersebut ke Makassar menengok cucunya yang sedang menyelesaikan kuliah di sana.
Untuk itu, pihak keluarga juga harus diperiksa mengingat pasien tersebut dipastikan telah berinteraksi. Bahkan, para tetangga juga harus di karantina mandiri.

Selain itu, tanggal pemeriksaan di dokter praktek, jam serta orang yang saat itu sedang berada di tempat praktek harus ditelusuri.

“Mulai dari pesawat yang digunakan, nomor kursi, orang yang bersebelahan dengan pasien hingga keluarga pasien dan tetangga, bahkan dokter praktek dan siapa saja yang ada saat itu di tempat praktek dokter, semuanya harus didata dan diperiksa secara lengkap agar bisa diketahui masyarakat Kota Ambon,” kata sumber ini.

Untuk itu, sumber ini meminta agar masyarakat Kota Ambon lebih waspada dan tetap laksanakan social distancing serta tidak keluar rumah.

“Saat ini, Covid-19 menyerang tanpa ada gejala awal, jadi tingkatkan kewaspadaan dan harus menjaga kebersihan,” tandasnya. (S-16)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama