Connect with us

Selamat Pagi

Mereka Bukan Orang Kaya

Masyarakat utamanya para anak yang terserang gizi buruk atau busung lapar, bukan baru sekarang terjadi. Kasus ini sudah berulang terjadi di wilayah Maluku. Penyebabnya, latar belakang ekonomi menjadi “faktor X” atau akar di mana para korban mudah terserang gizi buruk.

Yusuf Warhangan

Mereka yang terpapar gizi buruk di Kabupaten Seram Bagian Tmur (SBT) itu, tentu bukan orang – orang kaya. Penyakit itu muncul karena keluarga mereka hidup dengan serba kekurangan (miskin). Potret kemiskinan masih menghiasi masyarakat di wilayah Maluku.

Faktanya, Maluku masih bertengger di nomor 4 sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Angka pengangguran pun tinggi. Musabab itu menjadikan sebagian besar masyarakat di negeri ini sulit untuk menghidupi keluarga setiap harinya.

Kasus gizi buruk mudah ditemui di daerah ini khususnya lagi di kabupaten Seram Bagian Timur. Beberapa anak juga telah meninggal dunia. Bahkan di kota Ambon, ada anak yang meninggal dunia karena terserang gizi buruk. Dan beberapa kabupatena/kota lainnya di Maluku pun ada yang mengalami kasus serupa.

Lantas apa solusi untuk mengobati mereka yang telah terpapar gizi buruk itu? suka atau tidak, harus ada langkah cepat dan tanggas dari pemerintah untuk menaggulanginya. Meningkatkan taraf hidup masyaraat harus diutamakan.

Disamping itu, pemerintah harus menyediakan fasilitas dan sarana kesehatan yang layak dan memadai. Bagi rakyat yang notabenenya sudah hidup susah karena miskin, jangan lagi di buat susah saat mereka butuh pelayanan kesehatan. Perhatian pemerintah terhadap mereka yang lemah itu, harus diprioritaskan.

Penanganan kasus gizi buruk, mestinya jangan ada kasus baru ada tindakan. Langkah preventif mestinya dilakukan secara bekesinambungan. Memperbaiki strata sosial masyarakat sangat penting.

ini bagian dari pencegahan agar para anak di wilayah Maluku dan khususnya lagi di SBT, sebagai generasi penerus, tidak gampang terpapar gizi buruk. Mereka harus diselamatkan agar bisa hidup untuk menggapai masa depan mereka.

Negara dengan eksekutornya yakni pemerinah mulai daerah dan pusat punya tanggjungjawab yang sama untuk melakukan terobosan jitu guna mengoibati keterpurukan sosial yang masih dialami sebagain masyaakat di MAluku, khususnya lagi di kabupaten SBT.

Kasus gizi buruk yang menyerang para nak tak berdosa itu, jangan dianggapa sepele. Pemerintah harus melakukan program pemberdayaan seluas-luasnya kepada masyarakatnya. Ini penting agar masyarakat mudah memperoleh uang atau pendapatan, sehingga bisa melangsungkan hidup dan memenuhi kebutuhan lainnya.

Revitalisasi Puskemas dan Posyandu dan rumah sakit umum juga patut dilakukan, demi mencegah bertambahnya korban penyakit gizi buruk (busung lapar). Pemenuhan kebutuhan gizi balita serta ibu hamil dan menyusui juga patut dilakukan berkesinambungan.

Pencegahan terkait dengan penyebab berjangkitnya penyakit busung lapar akibat kekurangan gizi, harus dilakukan to be continue (jangan putus – putus alias tiba masa tiba akal).

Serangan busung lapar terhadap para anak di kabupaten Seram Bagian Timur dan lain-lain, tentu menjadi pukulan tersendiri terhadap pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi serta pempus.

Soal pola makan, kultur daerah atau terjadi kekurangan pangan yang luar biasa, jangan lagi diperdebatkan. Sebab para korban terserang gizi buruk saat in butuh sentuhan atau tindakan penyelamatan yang nyata. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Selamat Pagi

  • Butuh Kebijakan Progresif Cegah Corona

    Social distance dan stay at home (tetap di rumah), tidak cukup. Perlu adanya kebijakan...

  • Cegah Korupsi Dalam Proyek

    Pelaksanaan proyek infrastruktur milik pemerintah masih rawan dengan praktek dugaan korupsi kolusi dan nepotisme...

  • Pilkada Bermartabat

    Kampanye pilkada damai selalu terdengung di mana-mana. Semua pihak berkeinginan pelaksanaan pilkada hingga berakhir,...

  • Pembalakan Liar

    Penebangan kayu nekat dilakukan secara illegal. Berbagai problem melatari masalah krusial ini. Trennya perijinan...