Connect with us

Berita Utama

Direksi Pusat Akan Disentuh, KCU BNI Bungkam

AMBON, SPEKTRUM – Direksi Bank Negara Indonesia (BNI) 46 mulai irit bicara. Nampaknya petunjuk Koordinator Pengawas (Korwas) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku untuk menyentuh Direksi BNI Pusat, menjadi salah satu alasan pihak bank plat merah itu, bungkam alias menghindari wartawan.

Tim Korwas Bareskrim Mabes Polri memberikan petunjuk untuk pemeriksaan Direksi BNI Pusat, karena mereka mengawal serta mengikuti gelar perkara pembobolan dana nasabah BNI 46 Ambon yang ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku.

Wartawan Spektrum beberapa kali mencoba mengkonfirmasi KCU BNI 46 Ambon tetapi sulit untuk ditemui. Padahal, konfirmasi dimaksudkan untuk mengecek benar atau tidak informasi ada pertemuan dilakukan Direksi Pusat dari Makassar bersama para nasabah di Hotel Santika Ambon, pertengah November 2019. Namun KCU BNI 46 Ambon sangat tertutup memberikan keterangan kepada wartawan.

Sedangkan Nolly Sahumena Wakil Direktur BNI 46 Cabang Ambon yang awal kasus ini merebak begitu mudah ditemui, kini sulit ditemui di kantornya. Pesan singkat yang dikirim Spektrum sudah dibaca, namun tidak dibalas.

Wartawan Spektrum pun mencoba menyambanginya di KCU BNI 46 Ambon, tetapi jawaban yang diterima selalu sama. “Maaf bapak sangat sibuk tidak bisa diganggu,” ucap Satpam KCU BNI Ambon kepada wartawan Spektrum, kemarin.

Sementara itu, pengembangan lanjutan kasus ini, pihak Ditreskrimsus Poda Maluku juga kini menutupi informasi dari awak media. 

Pengusutan kasus pembobolan dana nasabah BNI Cabang Utama Ambon yang nilainya berkisar puluhan hingga ratusan miliar, setelah enam orang ditetapkan sebagai tersangka, pengembangan kasus ini pun melebar.

Pihak Direksi BNI Pusat pun akan disentuh atau diperiksa tim penyidik Ditreskrimsus Poalda Maluku.Pemeriksaan dilakukan sesuai petunjuk dan arahan Korwas Bareskrim Mabes Polri.

Kapolda Maluku Irjen (Pol) royke Lumowa usai memimpin apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan OLS 2019, Kamis (19/12/2019) mengatakan, penanganan kasus ini penyidik harus berhati hati.

Dijelaskan, penyidik masih terus bekerja tanpa istirahat untuk pengembangan kasus tersebut. “BNI  masih proses, tidak ada hambatan. Tersangka jangan dipaksa paksa juga, kalau tidak bersalah, kita yang salah nanti,”ujarnya.

Kapolda mengemukakan, ada indikasi penambahan tersangka baru menyusul enam tersangka lainnya.

 “Berkaitan dengan indikasi lebih dari enam tersangka, bisa saja. Tapi, alat bukti itu yang paling utama kita  buktikan. Secepatnya itu tergantung penyidik. Ini tidak boleh istirahat harus secepatnya dituntaskan,” ungkapnya.

Sebelumnya Kapolda mengatakan, skandal tipikor dan tindak pencuaian uang ini, juga dikawal ketat oleh Bareskrimsus Mabes Polri. Sebelumnya selama empat hari mereka ikut gelar perkara bersama tim penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, di Ambon.

“Mereka (Bareskrim Mabes Polri) sudah kasih petunjuk harus tambah ini dan harus diperluas lagi, bila perlu sampai ke tingkat Pusat (BNI Pusat), mereka mengatakan demikian,”terang Kapolda Maluku, Irjen (Pol) Royke Lumowa, kepada Wartawan, usai mengikuti syukuran HUT Ditpolairud, di Lateri, Ambon, Rabu (4/12) lalu.

Pemeriksaan Direksi BNI Pusat juga menjadi pintu masuk bagi penyidik Ditreskrimsus untuk menetapkan tersangka baru.  Kapolda secara tidak langsung membenarkan bakal ada penambahan tersangka baru dalam kasus yang sebelumnya telah ditetapkan enam tersangka itu. “Tidak menutup kemungkinan (adanya penambahan tersangka),” timpal Kapolda Maluku ini.

Diakuinya, tim Bareskrim dari Korwas telah membantu, memberikan asistensi, pendalaman bagi penyidik Polda Maluku dalam penanganan kasus BNI 46 Ambon.

Tim Bareskrim juga mengakui, untuk ukuran Indonesia, kasus BNI Ambon termasuk kasus rumit dan sulit. Selain itu, tingkat kesulitan juga karena dalam kasus ini pasti membutuhkan alat bukti dan pembuktian lengkap, konkrit, dan butuh waktu yang cukup lama. Disitulah tingkat kesulitannya. (S-16/S-01)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama