Connect with us

Berita Utama

Gubernur: Bila Maluku tak Berubah Saya Mundur

AMBON, SPEKTRUM – Semua gubernur menginginkan daerah yang dipimpinya berubah, dan berkembang, hal yang sama juga akan dilakukan Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Jenderal Purnawirawan Polri ini bertekad melakukan perubahan di provinsi seribu pulau itu agar maju dan berkembang hingga setara dengan daerah lainnya di Indonesia. Bahkan Murad tak segan-segan menyatakan mengundurkan dii dari jabatan istimewa itu (Gubernur), jika tidak bisa mewujudkan perubahan bagi Maluku.

“Cita-cita saya kedepan membuat perubahan. Tujuannya agar masyarakat dan anak cucu kita bisa menikmatinya. Sekarang kita arus perjuangkan demi masa depan mereka (anak-cucu) rasakan. Karena itu adalah tujuan hidup saya. Jadi, saat ini saya jadi Gubernur tapi dua atau tiga tahun ke depan mengalami perubahan, maka saya mundur dari Gubernur lah. Malas jadi Gubernur kalau tidak bisa buat perubahan,” tegas Guberur Murad di Ambon Rabu (4/12/2019), usai penyerahan DIPA Maluku, untuk 2020, kepada Bupati/Walikota di Kantor Ditjen Pajak Maluku.

Mantan Kapolda Maluku ini juga berjuang untuk membuat sebuah perubahan besar bagi kesejahteraan masyarakat Maluku. Pasalnya, semua Kepala Daerah punya tanggung jawab bersama untuk negeri.

“Apalagi kita semua dapat menjaga dan mempertahankan hasil alam kita yakni Sumber Daya Alam, untuk dimanfaatkan para generasi sekarang dan akan datang, demi mensejahterakan rakyat dan juga mengentaskan kemiskinan dari bumi Maluku,” tandasnya.

Murad mengakui, sudah banyak bertukar pikiran dengan Kepala Kanwil Perbendaharaan Wilayah Maluku, hingga merasa terharu dan meneteskan air mata. Kesungguhan hati seorang Murad Ismail yang ingin melayani sebagai Gubernur Maluku.

“Milihat ini, saya merasa terharu, dan selalu saya katakan, bahwa saya ini adalah Gubernur Maluku, bukan Gubernur orang Waihaong. Jadi semua yang terjadi di Maluku ini, saya adalah Gubernur-nya dan bertanggung jawab. Saya mampu menjaga dan mempertahankan SDA Maluku, agar bisa dimanfaatkan anak-cucu kita kelak. Generasi sekarang dan yang akan datang menikmatinya,” jelas mantan Dankor Brimob yang juga mantan Kapolda Maluku ini.

Murad menegaskan dirinya bukan Gubernur APBD, sehingga tidak pusing dengan APBD. Hanya ingin fokus mencari investor sebanyak-banyaknya, untuk mengelola kekayaan laut Maluku, agar hasilnya dimanfaatkan bagi rakyat dan kemajuan daerah Maluku seutuhnya.

“Saya ini bukan Gubernur APBD. Saya tidak pusing dengan APBD. Saya harus cari investor sebanyaknya, karena kita punya kekayaan laut luar biasa melimpah. Jangan kita bicara minyak, emas dan juga gas. Saat ini kita bicara laut saja dulu,” tandasnya.G

Ditambahkannya, apa yang harus dieksplor untuk kemakmuran rakyat dari laut, sedangkan untuk PI 10 persen pengelolaan Blok Masela, dari SKK Migas, Menteri ESDM dan Komisi VII DPR-RI sudah putuskan untuk Maluku seutuhnya.

“Maluku punya PI 10 Persen dari Blok Masela. Putusan bersama SKK Migas, Menteri ESDM dan Komisi VII DPR-RI. Jadi, tak bisa diutak-atik lagi, dan sepenuhnya milik Maluku,” pungkasnya. (S-05)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama