Connect with us

Metropolis

Hentikan Stigmatisasi dan Diskriminasi Terhadap ODHA

AMBON, SPEKTRUM – Saat ini Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki kekuatan moral, fisik dan segalanya untuk bisa menuangkan isi hati mereka lewat tulisan.

“Kalian telah berbuat sesuatu yang terbaik. Artinya kalau orang ada dalam situasi seperti ini, dia apatis dan tidak mau berbagi. Tetapi hari ini, mereka ikut menyelematkan semua manusia di Maluku, dan dunia. Dan Tuhan akan menjaga mereka dan sehat selalu,” ujar Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno saat menyampaikan sambutannya, dalam acara peluncuran dan Bedah Buku berjudul “Kami Baik-Baik Saja” suara dari ODHA, di Hotel Amaris, Kota Ambon, Senin, (02/11/2019).

Peluncuran Buku “Kami Baik-Baik Saja” merupakan suara Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) Maluku, atas kerjasama Clerry Cleffy Institute yang bermitra dengan Rumah Beta Maluku.

Orno yakin, karya yang dituangkan melalui buku tersebut, merupakan kepedulian dari ODHA terhadap masyarakat Maluku, dan dunia, serta memberikan motivasi kepada generasi saat ini.

“Tuhan memakai mereka untuk berbagi, dan saya percaya selama teman-teman ini lakukan untuk kepentingan kemanusiaan, Tuhan akan menjaga kalian,” ucap Orno.

Sementara itu, Dwi Prihandini, Psikolog Perdamaian, sekaligus Pendiri dan Direktur Clerry Cleffy Institute mengatakan, buku yang diluncurkan tujuannya dapat memberikan kekuatan kepada penderita ODHA lain, yang belum berani membuka diri.

Untuk memperluas buku ini, akan diterjemahkan juga ke bahasa Inggris di tahun depan dengan izin Rumah Beta Maluku. “Harapannya, ini tidak berhenti di Maluku. Saya ingin dunia international mengetahui bahwa mereka ada dan mereka berdaya,” jelasnya.

Sebelum pelucuran buku, pihaknya telah memberikan dua pelatihan bekerjasama dengan rumah beta Maluku yaitu pelatihan penguatan pertumbuhan pasca truma, dan menulis blog serta teknik relaksasi yoga.

Kesempatan yang sama, Evelin Theresia, Direktur Rumah Beta Maluku juga mengutarakan maksud peluncuran buku tersebut untuk menceritakan kondisi para ODHA dapat bertahan hidup, walaupun harus meminum orang setiap hari.

Tujuan peluncuran buku itu, selain mengedukasi masyarakat umum, pula memberikan penguatan untuk para ODHA, sehingga saat mereka mendengar dan membaca dapat memberikan inspirasi, dan menghilangkan stigma serta diskriminasi.

Elifa s Tomix Maispaitella, Penulis dan Rohaniawan mengemukakan, alasan peluncuran buku ini merupakan gebrakan dari ODHA yang mana meluapkan isi hati mereka dengan jujur dan tulus. Karena selama ini, banyak orang yang belum jujur mengungkapkan siapa diri mereka sebenarnya.

“ODHA telah jujur mengungkapkan siapa diri mereka dan kalau membaca buku ini, itulah sebenarnya apa yang mereka harapkan, mereka tidak ingin diterima, tetapi mereka ingin diakui sebagai bagian dari masyarakat, yang bisa berbuat banyak hal dan berkontribusi positif, bukan hanya untuk hal-hal secara fisik tetapi untuk pengembangan kapasitas manusia,” ungkapnya.

Ditanya masih ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di rumah-rumah ibadah, menurutnya hal tersebut harus dihentikan.

“Hari ini, mereka telah keluar dari stigmatisasi diri. Mari kita lihat ODHA bukan satu-satunya masalah kemanusiaan yang harus dibereskan, namun ada masalah yang lain. Dan hari ini ODHA sudah mengatakan, sesungguhnya mereka bukan masalah. Kami baik-baik saja dan bisa berkontribusi bagi banyak hal, bahkan bisa bagi Agama, Gereja, untuk memperbaiki diri dan teologinya sendiri,” tandasnya.

Peluncuran sekaligus bedah buku dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Psikolog Perdamian yang juga pendiri Clerry Cleffy Institute, Dwi Prihandini, Editor buku “Kami Baik-Baik Saja”, Zairan Salampessy, Penulis dan Rohaniawan Elifas Tomix Maispaitella, Direktur Rumah Beta Maluku, Evilin Theresa, turut hadir ODHA. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metropolis