Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Presiden Diharapkan Percepat Pemulihan Pengungsi

Presiden Diharapkan Percepat Pemulihan Pengungsi

AMBON, SPEKTRUM – Presiden RI Joko Widodo beserta istri Iriana Joko Widodo dan rombongan tiba di Bandara Internasional Pattimura Laha Ambon, Provinsi Maluku, Senin (28/10/2019), pukul sekitar pukul 19.13 WIT. Presiden dan rombongan menumpangi pesawat Kepresidenan BBJ-2/A-001 yang dipiloti Letkol Pnb. Erwin Harfansa dari Bandara Sentani Jayapura, setelah kujungana kerja di Papua.

Turut dalam rombongan Kunker Presiden ke Maluku yakni Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI), Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan RI), Heru Budi Hartono (Kepala Sekretariat Presiden RI), Mayjen TNI Suharyanto (Sekretaris Militer Presiden RI, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak (Komandan Paspampres RI).

Presiden dan rombongan disambut oleh Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail beserta istri, Kapolda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa, dan istri, Pangdam XVI/Ptm Mayjen TNI Marga Taufiq dan istri, Danlantamal IX Ambon Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto beserta istri, dan Danlanud Ptm Kolonel Pnb Sapuan, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, Kabinda Maluku Brigjen TNI Ronny, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler, serta jajaran Forkopimda Provinsi Maluku.

Presiden dan rombongan disambut dengan pengalungan Syal khas Maluku. Selanjutnya Presiden dan Istri menuju VIP Pemda Bandara Internasional Pattimura, untuk istirahat sejenak. Selanjutnya menuju ke Hotel Premier Santika Ambon, Jalan Jenderal Sudirman No 88, Galunggung, Sirimau, Kota Ambon, pada pukul 20.00 WIT.
Agenda Presiden RI di Ambon, Jokowi akan meninjau ;okasi bencana alam gempabumi yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Maluku, khususnya daerah terdampak, Kabupaten Seram bagian Barat Maluku Tengah dan Kota Ambon.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI ING Ariawan, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, Kabinda Maluku Brigjen TNI Ronny, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler dan Wakajati Maluku Dr Erry Prima Putera Agoes SH MH.

Sementara itu, kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi pengungsian di kampus Universitas Darussalam Ambon, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (29/10/2019), diharapkan mempercepat proses pemulihan pengungsi atau wilayah yang terdampak gempabumi.

“Kami berharap kedatangan Presiden nanti bisa membantu mempercepat proses pemulihan para pengungsi yang ada,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unidar Ambon Zulfiqar Lestaluhu, di Ambon, Senin (28/10/2019).

Pascagempa tektonik magnitudo 6,5 pada 26 September 2019, ratusan warga mengungsi ke komplek perkuliahan Unidar, sebagian besar dari mereka adalah warga yang bermukim di kawasan pesisir.

Lokasi pengungsian tersebut diketahui akan didatangi oleh Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana dalam kunjungan mereka ke Maluku pada Selasa. Pihaknya juga ikut membantu mengawasi para warga yang mengungsi, seperti mengatur posisi tenda-tenda pengungsi dan lainnya agar para pengungsi bisa merasa nyaman meskipun berada di lokasi pengungsian.

Sejauh ini kehadiran pengungsi di kampus tidak mengganggu proses perkulihan dan aktivitas kampus lainnya, karena mereka sangat teratur dan menjaga kebersihan.

“Jumlah pengungsi di sini lebih dari 700-an orang. Walaupun tenda-tenda ada yang tidak teratur, sebagai tuan rumah kami juga ikut melakukan pengawasan terhadap pengungsi supaya mereka bisa nyaman di lokasi pengungsian,” ujarnya.

Zulfiqar berharap kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana bisa membantu mempercepat proses pemulihan pascagempa, sehingga para pengungsi, baik yang sementara mengungsi di Unidar maupun di kawasan lainnya bisa kembali hidup normal.

Dia berharap, Unidar bisa berkesempatan untuk berdialog dengan presiden mengenai persoalan dualisme kepemimpinan yang terjadi antara Unidar di Tulehu, dan Unidar di kawasan Wara, Kebun Cengkih, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Mudah-mudahan kunjungan Presiden, ada kesempatan untuk kami bisa berdialog dengan Bapak Presiden mengenai persoalan dualisme kepemimpinan di Darussalam yang sudah berlarut-larut ini,” harapnya. (S-01/ANT)

Pin It on Pinterest