Connect with us

Berita Utama

Ditreskrimsus Periksa Tiga KCP BNI

AMBON, SPEKTRUM – Pengembangan kasus dugaan pembbolan dana nasabah dengan terduga Wakil Kepala Cabang Utama (KCU) Bidang Pemasaran Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ambon, Faradibah Yusuf alias FY, sedikitnya empat orang saksi telah diperiksa Ditreskrimsus Polda Maluku. Semula dana nasabah disebut Rp.124 miliar, kini dikoreksi jumlahnya menjadi Rp58.9 miliar.

Pantauan Spektrum, Kepala Bidang Pemasaran BNI 1946 Ambon, Nolly Sahumena terlihat menuju ruang pemeriksaan di ruang pemeriksaan Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, Mangga Dua Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Jumat malam, (18/10/2019) pukul 19.12 Wit. Dia menggunakan kemeja putih bergambar, serta celana panjang hitam.

Sahumena terlihat sangat santai dan tidak canggung menyapa jurnalis yang sedang menunggu. “Bagaimana, masih panjang ini,” kata dia tersenyum sumringah ke arah awak media yang menyapanya.

Tak berselang lama, terlihat mobil Avanza hitam plat nomor DE 1833 AK langsung parkir di ruang Tipidser Ditreskrimsus Polda Maluku. Seorang perempuan menggunakan blus batik dan bawahan hitam diduga Kepala KCP Masohi, keluar terburu-buru dan langsung masuk ke mobil.

Sedangkan dua pejabat lainnya diduga Kepala KCP Dobo Ocep Maitimu dan KCP BNI Tual Kress Rumahlewang, diperiksa di ruangan berbeda.

Sumber Spektrum di Ditreskrimsus Polda Maluku mengaku, terduga Faradibah Yusuf juga telah berada di markas Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Sayangnya, keberadaan FY sepertinya sengaja “disembunyikan” oleh pihak Ditreskrimsus Polda Maluku.

Kasus dugaan pembobolan dana nasabah BNI dalam hal ini terduga pelaku FY, berhasil membobol bank plat merah itu, tidak bekerja sendiri. Ia diduga dibantu oleh beberapa Kepala KCP BNI, diantaranya KCP Tual, Dobo dan Masohi.

Kasus ini sementara ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku, pasca dilaporkan pihak BNI Cabang Ambon pada 8 Oktober 2019.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku mengatakan, waktu kejadiannya pada 9 September 2019, dan 4 Oktober baru ketahuan kemudian dilaporkan pada 8 Oktober.

“Modusnya, Faradiba memerintahkan beberapa KCP yakni Tual, Masohi dan Dobo untuk mentransfer dana ke rekening tertentu. Inilah yang dianggap sebagai suatu kerugian oleh pihak BNI, karena memang tidak sesuai prosedur,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat, kepada wartawan di Mapolda Maluku, Kamis (17/10/2019).

Dijelaskan, berdasarkan laporan, terdapat 5 rekening milik nasabah yang ditransfer sejumlah uang dengan nilai beragam, dengan total transfer sebesar Rp 58,9 miliar.

“Ada 5 rekening yang ditransfer 3 KCP, total nilai transfernya berjumlah Rp 58,9 miliar, hanya saja untuk siapa yang ditransfer hubungan dengan Faradiba belum diketahui secara pasti, karena penyelidikan masih dilakukan,” jelasnya.

Hingga Jumat malam, (18/1/10/2019) pukul 22:00 Wit, pemeriksaan masih berlangsung di markas Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua, Kota Ambon. Hanya saja, baik Kabid Humas Kombes Pol. Mohamad Roem Ohirat, dan pihak Ditreskrimsus sendiri, belum memberikan keterangan resmi seputar mereka yang diperiksa. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama