Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Edukasi Bencana Butuh Partisipasi Masyarakat

Edukasi Bencana Butuh Partisipasi Masyarakat

AMBON, SPEKTRUM – Pasca masa tanggap darurat bencana dicabut dan masuk pada masa transisi ke pemulihan diharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mengedukasi tentang penanggulangan bencana.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy, Jumat, (11/10/2019) di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Karena menurut Salampessy, di kota besar itu sudah ada frontel, LSM yang membantu, serta tenaga relawan yang telah terstruktur dari desa atau yang diketahui desa.

“Itu mungkin dimulai dari sekarang memang ada juga relawan di beberapa negeri namun belum terstruktur memang partisipasinya ada namun belum terstruktur,” katanya.

Dikatakan, warga di mana-mana lebih banyak mengungsi ke tempat lebih tinggi dan berlama-lama.

“Kalau ada waktu lebih panjang kita kumpul beberapa desa jadi satu, kemudian kita menyosialisasikan tentang gempa bumi dan tsunami,” harapnya.

Mengumpulkan beberapa desa dan memberi penyuluhan secara langsung itu lebih baik dari pada melalui telepon atau SMS.

“Sebab penyampaian dari mulut ke mulut informasinya tidak lagi akurat. Kita memang merasakan kalau bertemu masyarakat secara langsung dan ini lebih bermakna,” terangnya.

Selain melibatkan masyarakat setempat menjadi relawan, juga merupakan anjuran Kepala BNPB.

“Di sini telah ada relawan tangguh bencana khusus untuk Negeri Hitu dan nanti jadi model agar bisa diikuti desa atau negeri-negeri lain,” harapnya.

Salampessy menegaskan, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab dari pemerintah, swasta dan masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan dan ditindaklanjuti oleh desa lain dengan membentuk relawan tangguh bencana.

Sementara itu, Raja Negeri Hitu, Sal Hanafi Pellu menambahkan, selama ini kurangnya pemahaman masyarakat, sehingga mereka takut jika gempa akan terjadi tsunami. Namun sesuai dengan penjelasan BPBD ini, bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

“Tadi (kemarin-red) BPBD telah menjelaskan, jika gempa tidak hanya terjadi di laut tapi juga di darat. Jadi, sebenarnya masyarakat yang berada di tempat atau lokasi pengungsian bisa balik ke rumah. Masyarakat tidak perlu kuatir berlebihan. Sebab gempa makin hari makin menurun. Masyarakat juga bisa membangun tenda pada halaman rumah masing-masing,” katanya. (S16)

Pin It on Pinterest